BlogPrompt & Template

5 Prompt buat Balas Email Klien (Termasuk yang Lagi Marah)

Oleh Tim Akalin · 2 Agustus 2026 · 4 min

Balas email itu kelihatan sepele, tapi kalau dijumlah bisa makan 1–2 jam sehari. Lima prompt ini menutup situasi yang paling sering muncul.

1. Follow-up yang nggak terkesan maksa

Buatkan email follow-up singkat (max 5 kalimat) ke klien yang belum membalas penawaran kami sejak [x hari] lalu. Nada: ramah, tidak memaksa, beri satu alasan baru untuk merespons. Bahasa Indonesia semi-formal.

2. Nagih invoice dengan sopan

Buatkan email pengingat pembayaran invoice [nomor] yang jatuh tempo [tanggal]. Nada: sopan tapi jelas, sertakan detail invoice, tawarkan bantuan kalau ada kendala. Bahasa Indonesia formal.

3. Menolak permintaan di luar scope

Klien meminta [permintaan]. Ini di luar kesepakatan awal. Buatkan balasan yang menolak dengan halus, jelaskan opsinya: masuk fase berikutnya atau ada biaya tambahan. Jaga hubungan tetap baik.

4. Merespons komplain / klien marah

Klien mengirim komplain berikut: [tempel email klien]. Buatkan balasan yang: akui masalahnya tanpa defensif, jelaskan langkah perbaikan konkret dengan timeline, dan tawarkan kompensasi wajar jika relevan. Nada tenang dan profesional.

5. Update progres proyek

Buatkan email update progres proyek [nama] untuk klien: apa yang selesai minggu ini, apa yang sedang berjalan, apa yang butuh keputusan klien. Format poin, singkat, mudah dipindai.

Mau lebih banyak? Starter Prompt Pack berisi 25 prompt untuk tugas harian lain — gratis, tinggal daftar.

Rekomendasi
Starter Prompt Pack25 prompt untuk mulai pakai AI di kerjaan Ambil gratis di sini →
Tentang penulis

Tim Akalin — nulis dari hasil eksperimen sendiri, bukan teori. Kenalan →